Pernahkah anda meraba dan merasakan kain batik dengan aroma malam yang khas itu? Bagaimana rasanya? Wah, pastinya semakin menambah pesona keindahan batik. Batik yang sudah indah pada pandangan mata, karena motifnya yang luar biasa itu, ternyata masih juga perlu ditambah kualitas kain yang istimewa.

Sebagian orang suka bercerita kepada saya, bahwa dengan meraba kain batik saja, maka akan terasa kualitas batik yang sebenarnya, terutama pada saat mengkurasi batik lawasan ( batik yang di produksi/ disimpan pada waktu lampau). Rasanya memang tidak salah, apalagi batik-batik jaman dahulu, beberapa bahkan diproduksi dengan kain yang diimpor dari Eropa.

Adapun kain yang menjadi bahan untuk membuat karya batik saat ini, memang ada kategori maupun tingkatan nya. Di Pekalongan, jaman dahulu orang menyebut kain mori (kain untuk membatik) dengan sebutan kain muslim. Kain muslim  memiliki tingkatan/kategori dari kualitas yang paling murah ke mahal adalah ; blacu, mori biru, prima dan primis. Batik tulis yang paling halus menggunakan kain primis, karena tingkat kualitasnya yang terbaik, terbaik karena memiliki tingkat kerapatan paling tinggi , sehingga bila diraba terasa lebih tipis, halus dan menyerap warna paling bagus. Adapun pada kain tingkatan dibawahnya akan terasa kain lebih kasar/ tebal dan seterusnya.  Sebelum di mulai proses batik, kain akan dipotong terlebih dahulu, kain mori blacu utk sarung memiliki Panjang 180 cm, tetapi beberapa mori yang lebih halus panjangnya 195 cm

Wow, ternyata kain untuk membatik juga istimewa ya?

Semoga dapat menambah wawasan dan kecintaan kita kepada kain batik. /ES